Abstract :
Tingginya jumlah kasus gangguan kejiwaan dan kematian akibat penyakit psikis di
Indonesia mencerminkan bahwa penanganan kesehatan mental belum tertangani
dengan baik. Hal ini diakibatkan oleh stigma negatif dan masih minimnya literasi
yang dimiliki masyarakat terkait isu kesehatan mental. Adanya kondisi tersebut,
dibutuhkan seorang ahli yang dapat menjelaskan pemahaman terkait pengetahuan
kesehatan mental dengan komunikasi yang efektif. Agar pesan yang dibuat sampai
kepada target audience, maka pengemasan pesannya harus kreatif dan nantinya
dapat memberikan pengaruh secara personal. Selain itu, dibutuhkan media yang
tepat untuk menyampaikan pesan tersebut kepada target audiens. Tujuan penelitian
ini ingin meneliti bagaimana strategi Cyber PR dalam proses pembentukan
personal branding psikiater melalui media sosial Instagramnya @jiemiardian.
Penelitian ini menggunakan Cyber PR oleh Childs, serta authentic personal
branding dari Rampersad, dengan metode penelitian netnografi. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa dari sebelas kriteria Authentic Personal branding, ditemukan
tujuh kriteria yakni specialization, authority, visibility, relevant, persistence,
goodwill, dan performance. Selain itu, dr. Jiemi ternyata tidak berniat untuk
membentuk personal branding melalui media sosial, melainkan hanya ingin
berbagi pengetahuan, meningkatkan kesadaran, dan mengubah stigma negatif
masyarakat terhadap kesehatan mental dan Psikiater, dimana ingin dipersepsikan
sebagai ‘Psikiater yang dekat’. Oleh sebab itu, pola komunikasi dan interaksi yang
dilakukan dr. Jiemi adalah bersahabat, natural, netral, dan realistis dengan
masyarakat. Kesan postif yang mendalam dari dr. Jiemi ini juga yang mendorong
audiens untuk follow Instagramnya secara sukarela.
Kata Kunci: Cyber PR, authentic personal branding, @jiemiardian, literasi media,
psikiater