Abstract :
Di era milenial ini, coffee shop hampir bisa kita temui di segala tempat
serta berbagai daerah. Meminum kopi menjadi gaya hidup baru di Indonesia.
Tidak bisa dipungkiri bahwa tempat bersantai segala golongan seperti coffee shop
telah menjamur. Fenomena ini tidak hanya berlaku untuk kota besar, kota kecil
seperti Bukittinggi pun mengalaminya. Sehingga para pembisnis mulai
mendirikan coffee shop di kota ini. Dalam membangun coffee shop, kesadaran
merek atau brand awareness merupakan langkah awal untuk membangun sebuah
merek produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brand
awareness terhadap keputusan pembelian konsumen Foresthree Coffee
Bukittinggi. Terdapat dua variabel dalam penelitian ini, yakni variable X brand
awareness (unaware of brand, brand recognize, brand recall dan top of mind) dan
variable Y keputusan pembelian (pengenalan masalah, pencarian informasi,
evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan setelah pembelian).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dekskriptif dengan
metode yang di sebarkan kepada 100 sampel responden yaitu pengunjung
Foresthree Coffee Bukittinggi. Teknik analisis yang digunakan regresi sederhana.
Berdasarkan hasil peneitian dari 100 sampel responden dalam variable
brand awareness menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari brand awareness
terhadap keputusan pembelian sebesar 55,5%. Pengaruh paling besar diberikan
oleh dimensi top of mind yang mengacu kepada merek yang pertama kali diingat
ketika konsumen memikirkan kategori suatu produk yang dapat diingat kembali
secara spontan tanpa bantuan. Adapun faktor lain yang mempengaruhi keputusan
pembelian adalah lokasi, kelengkapan produk, harga dan promosi dari mulut ke
mulut.