Abstract :
Trailer merupakan potongan beberapa adegan dari keseluruhan film yang menjadi media yang memiliki dampak signifikan pada keinginan untuk menonton film. Cuplikan dari beberapa adegan dapat menjadi kontroversi, karena menampilkan adegan yang tidak sesuai dengan nilai dominasi masyarakat. Masyarakat dan pihak politik yang tidak ingin nilai dominasinya bergeser akhirnya menolak dan memboikot penayangan film tersebut hanya karena melihat trailer¬nya saja yang dinilai mengandung unsur LGBT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Wacana Gender Queer Di balik Kontroversi Trailer Film Kucumbu Tubuh Indahku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis Norman Fairclough yang memiliki tiga tahapan analisis yaitu teks berkaitan dengan adegan apa saja yang ditolak oleh masyarakat, karena merepresentasikan perilau LGBT. Pada tahap discourse practice berkaitan dengan proses produksi dan konsumsi trailer, dan tahap sociocultural practice berkaitan dengan fenomena sosial masyarakat yang menolak isu LGBT dalam trailer,. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahapan analisis teks terdapat reinterpretasi makna gender queer dalam trailer tersebut. Pada tahap discourse practice menunjukkan bahwa kontroversi trailer dijadikan sebagai ajang promosi gratis, dan pada tahap sociocultural practice menunjukkan bahwa sikap masyarakat Indonesia yang belum bisa terbuka terhadap isu sensitif dan belum menanamkan nilai demokrasi sesungguhnya.