Abstract :
Kopi merupakan salah satu komoditas pangan paling disukai di dunia. Indonesia masuk kedalam empat negara penghasil kopi terbesar di dunia dengan keunggulannya pada kopi dari beberapa daerah di Indonesia. Perbedaan karakteristik sensori yang dihasilkan masing-masing kopi Indonesia dibedakan dari letak geografis dari asal kopi tersebut. Perbedaan kondisi geografis tersebut memiliki keunikan tersendiri dalam menghasilkan karakteristik sensori kopi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik sensori kopi indikasi geografis Indonesia yang sudah terdaftarkan di DJKI dengan kopi komersil yang didapatkan di pasaran. Metode home use test digunakan untuk pengumpulan data penelitian berhubungan dengan kondisi pandemic COVID-19. Analisis data dilakukan dengan melihat kesamaan atribut sensori masing-masing sampel kopi pada Preference Mapping dan dilanjutkan dengan analisis Multiple Factor Analysis (MFA) menggunakan aplikasi R (Versi 3. 6. 3.). Hasil menunjukkan adanya kesamaan atribut sensori pada sampel Kopi Gayo, Kopi Pupuan, Kopi Flores Bajawa dan Kopi Papua. Hal yang serupa menunjukan kesamaan atribut pada Kopi Kintamani dan Kopi Mandailing. Sebaliknya, Kopi Luwak Lampung dan Kopi Toraja memiliki perbedaan atribut dengan atribut pada sampel lainnya. Kesamaan atribut dapat dipengaruhi oleh varietas, spesies, ketinggian dan suhu udara saat penanaman. Perbedaan atribut dapat disebabkan oleh kandungan kimia didalam kopi, proses penyangraian serta air seduhan yang digunakan saat menyeduh kopi.