Abstract :
Banyak cara dalam memasarkan produk atau jasa bagi pemasar, terlebih saat ini teknologi semakin maju dan fasilitas baru muncul. Salah satu fasilitas tersebut adalah ketika beauty vlogger saat membawakan produk atau jasa dalam kontennya. Beauty vlogger memiliki daya tariknya masing-masing yang tercipta secara sengaja ataupun tidak. Daya tarik digunakan untuk mendapatkan perhatian penonton dan membuat produk menarik di mata penonton serta dapat merubah perasaan mereka terhadap produk atau jasa. Oleh karena itu baik pemasar ataupun pelaku konten ada baiknya memanfaatkan dan memperhatikan daya tarik pesan yang digunakan ketika memproduksi sebuah video dalam akun Youtube-nya agar target yang tercapai dapat sesuai dengan tujuan. Dalam penelitian ini penulis bertujuan ingin mengetahui daya tarik yang digunakan oleh Tasya Farasya, Ririe Prams, dan Arsya Nafisa dalam konten Youtube-nya melalui video-video terpopulernya di tahun 2019. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif menggunakan pendekatan analisis tekstual. Hasil penelitian menemukan bahwa banyak daya tarik yang digunakan dalam setiap video, namun terdapat satu daya tarik yang dominan dan dapat dikaitkan dengan video terpopuler lainnya milik masing-masing beauty vlogger. Daya tarik emosional status sosial dominan digunakan Tasya, sedangkan Ririe dan Arsya menggunakan daya tarik rasional konten premium.