DETAIL DOCUMENT
Pemanfaatan Ampas dan Sabut Kelapa Sebagai Adsorben Ammonia pada Lumpur IPAL Industri Es Krim
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bakrie
Author
Heriani, Talitha Cika
Subject
Hazardous Waste Treatment 
Datestamp
2020-11-21 02:51:40 
Abstract :
Suatu industri yang terus berkembang pastilah menghasilkan limbah yang berasal dari kegiatan industri terserbut, seperti industri es krim. Salah satu jenis limbah yang dihasilkan dari kegiatan industri es krim yaitu limbah padat (sludge/lumpur) yang berasal dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang biasanya digunakan kembali menjadi pupuk tanaman atau media pakan maggot. Namun, biasanya lumpur tersebut disimpan terlebih dahulu di suatu bangunan hingga menghasilkan bau yang sangat menyengat bagi masyarakat sekitar maupun pekerja di industri tersebut. Bau ini dapat berasal dari material organik seperti nitrogen yang juga memiliki bentuk ammonia yang tak berwarna, berbau tajam dan korosif, yang dapat menyebabkan iritasi, dan toksik terhadap sistem pernapasan. Metode yang digunakan untuk mengurangi konsentrasi ammonia dalam lumpur di penelitian ini adalah bioadsorpsi menggunakan karbon aktif dari bahan organik yang berupa ampas dan sabut kelapa. Pembuatan karbon aktif ampas dan sabut kelapa dilakukan dengan karbonisasi dan aktivasi dengan larutan HCl 15% dan NaCl 20% dengan besar pH = 7. Variasi perbandingan massa lumpur dengan adsorben yang digunakan yaitu 1:1, 1:2, dan 1:3 dengan waktu kontak masing-masing 1, 2 dan 3 hari. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa ampas dan sabut kelapa yang teraktivasi dapat digunakan untuk menyerap senyawa ammonia yang ada pada lumpur IPAL industri es krim dengan persentase penyerapan yang terbesar terjadi di variasi 1:3 dengan persentase 83,58% untuk adsorpsi ampas kelapa dan 68,66% untuk adsorpsi sabut kelapa. 
Institution Info

Universitas Bakrie