Abstract :
Persediaan darah merupakan bagian penting dalam penjaminan kesehatan masyarakat. Hal tersebut berdampak besar bagi keberhasilan pada hampir seluruh prosedur perawatan medis. Melakukan suatu perencanaan persediaan darah agar tidak adanya perbedaan yang signifikan terhadap permintaan dan pemenuhan (supply) kebutuhan golongan darah O dan B pada UTD PMI Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gap antara kebutuhan darah dan pemenuhan darah dari pendonor dengan menggunakan simulasi Monte Carlo yang merupakan sebuah teknik simulasi yang melibatkan dampak risiko yang teridentifikasi dengan menjalankan simulasi untuk mengidentifikasi berbagai kemungkinan hasil dari skenario. Dalam simulasi ini, variabel kontrol adalah besaran darah masuk, adapun variabel respon adalah total biaya yang merupakan hasil dari penjumlahan biaya kekurangan darah dan darah rusak. Hasil penelitian didapatkan bahwa permintaan darah pada simulasi golongan darah B yaitu 27 ,27 ,20 ,20 , dan 20 kantong darah. Sedangkan golongan darah O yaitu 20 ,20 ,20 ,20 , dan 20 kantong darah. Dan hasil gap pada persediaan dan permintaan golongan darah B yaitu 0.5%,0.5%,0.35%,0.35% dan 0.35% dimana jumlah persediaan menutupi permintaan, sedangkan golongan darah O memiliki gap yaitu 0.85%,1.6%, 0.85%,1.6%,dan 0.85% dimana jumlah persediaan lebih banyak dibandingkan permintaan, hal ini dapat membuat pasokan kantong darah rusak atau kadaluwarsa.