Abstract :
Saat ini fenomena kedai kopi sedang tren di Indonesia. Berbagai strategi bertarung menarik pengunjung. Berbeda dari kebanyakan kedai kopi yang mengusung tema romantik, kedai kopi Uwarkop Sebro menggunakan strategi branding pedesaan khas daerahnya yaitu Cileungsi. Studi ini menyelidiki bagaimana kedai kopi Uwarkop Sebro meracik komunikasi pemasarannya melalui rural branding Cileungsi. Menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pisau analisis teori anyar komunikasi pemasaran dari Rajeev Batra dan Kevin Lane Keller serta teori Rural Branding dari Bambang Sukma Wijaya, studi ini menemukan bahwa penggunaan moda word-of-mouth, medium komunitas, dan kredibilitas pemilik adalah ?senjata? utama komunikasi pemasaran Uwarkop Sebro dalam membentuk nilai-nilai yang mencerminkan ciri khas kedaerahannya. Sementara itu, konsep kebersahajaan dan keotentikan dalam dimensi rural branding merupakan kunci penting dalam menyinergikan identitas dan nilai-nilai Uwarkop Sebro, kopi, dan Cileungsi sebagai suatu merek. Belajar dari ?wisdom? Uwarkop Sebro yang memajukan usaha sekaligus daerahnya, menganggap kompetitor sebagai mitra, dan konsumen adalah keluarga, penelitian ini menyarankan agar lebih banyak usaha yang menempuh jalan tengah dengan menyatukan misi bisnis dan sosial. Juga agar pemerintah daerah lebih banyak berperan melibatkan berbagai pihak untuk kesuksesan rural branding, mulai dari akademisi, media, para pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat. Tidak luput pula peran penting dari generasi milenial yang saat ini sudah tidak bisa diragukan lagi kualitasnya.
Kata Kunci : Kedai Kopi, Komunikasi Pemasaran, Branding, Rural Branding.