Abstract :
Industri pertambangan nikel merupakan salah satu industri yang paling menarik bagi investor asing dan tidak terkecuali bagi investor asal Cina, mengingat tingginya kebutuhan Cina akan nikel serta prospek komoditas nikel yang kian menjanjikan. Pada tahun 2019, Pemerintah Indonesia bertekad untuk mengoptimalkan sumber daya mineral khususnya nikel melalui hilirisasi, maka munculah berbagai kebijakan pada sektor pertambangan dan salah satunya yaitu Permen ESDM No. 11 tahun 2019 terkait percepatan larangan ekspor bijih nikel. Akantetapi banyak pihak yang mengkritisi kebijakan pemerintah Indonesia pada industri pertambangan nikel merupakan cermin dari otonomi nasional Indonesia yang mulai tergerus oleh FDI dari MNC dan tanda akan keberpihakan pemerintah pada investor asal Cina dalam persaingan kendaraan listrik dan baja ringan dunia. Penelitian ini lebih fokus membahas bagaimana hubungan korelasi antara ekspansi korporasi smelter nikel asal Cina dan perubahan regulasi pertambangan nikel di Indonesia tahun 2019-2020. Dengan metode kualitatif dan perspektif dari Robert Gilpin mengenai MNC serta pendekatan intermestik, penelitian ini menemukan adanya hubungan korelasi antara ekspansi korporasi smelter nikel asal Cina dan perubahan regulasi pertambangan nikel di Indonesia tahun 2019-2020.