DETAIL DOCUMENT
ANALISIS RESEPSI KHALAYAK MILENIAL TERHADAP ISI PESAN VIDEO KAMPANYE “JANGAN LUPA, BERDIRI TEGAK PADA 17 AGUSTUS 2020, PUKUL 10.17 WIB”
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bakrie
Author
Pebriansyah, Pebriansyah
Subject
Communication Science 
Datestamp
2021-05-24 02:53:37 
Abstract :
Era keterbukaan informasi saat ini menjadikan pemerintah tidak hanya sebagai institusi formal yang membuat regulasi tentang penggunaan media saja, tetapi juga ikut ambil bagian cukup besar sebagai pengguna media yang aktif dalam menyampaikan pesan-pesan pemerintah. Berbagai aktivitas kampanye terkait isu pemerintahan dilakukan dengan memanfaatkan beragam saluran media yang ada, pesannya pun dikemas secara lebih kreatif dan menarik. Salah satu aktivitas kampanye pemerintah dilakukan oleh Kementerian Sekretariat Negara dengan membuat pesan audio visual berupa video kampanye yang berisi himbauan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar secara serentak dapat mengambil sikap sempurna pada momen penaikan Bendera Merah Putih, tanggal 17 Agustus 2020, pukul 10.17 WIB di Istana Merdeka, Jakarta. Video kampanye ini dibuat dengan tujuan untuk tetap melibatkan partisipasi masyarakat pada peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia di tengah pandemi COVID-19. Penelitian ini menjadikan generasi milenial sebagai subjek penelitian, karena generasi ini banyak menarik perhatian bagi sejumlah pemangku kepentingan, termasuk pemerintah karena kekhasan karakteristiknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara khalayak milenial memproses pesan persuasif dalam video kampanye, posisi penerimaan (resepsi) terhadap pesan dan mengetahui sejauh mana kesadaran tentang pentingnya memperingati HUT Kemerdekaan RI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis resepsi khalayak dan teori elaboration likelihood model (ELM). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam terhadap informan milenial dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa khalayak milenial memproses pesan persuasif secara dominan melalui rute sentral (central route), sementara posisi penerimaannya berada pada posisi hegemoni dominan dan negosiasi, berdasarkan resepsi tersebut diketahui bahwa khalayak milenial memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya memperingati HUT Kemerdekaan RI. 
Institution Info

Universitas Bakrie