Abstract :
Teluk Jakarta merupakan salah satu wilayah perairan yang memiliki beragam aktivitas mulai dari aktivitas pelabuhan, domestik, komersial maupun industri sekaligus menjadi titik akhir dari 13 sistem aliran sungai yang diduga memiliki pencemaran mikroplastik. Mikroplastik yang terakumulasi ke laut akan menimbulkan dampak bagi biota laut hingga manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelimpahan dan jenis mikroplastik pada air dan sedimen di perairan Teluk Jakarta. Pengambilan sampel mikroplastik dilakukan di lokasi Pelabuhan Sunda Kelapa, Pantai Ancol, dan GOR Bahtera Jaya Tanjung Priok dengan menggunakan plankton net mesh 200 dan sekop dengan tiga kali pengulangan sebanyak sembilan sampel. Metode yang dipergunakan dalam analisis kelimpahan mikroplastik yaitu metode Anova One-Way. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelimpahan mikroplastik pada air berkisar 1822 ? 2578 partikel/m3 dan pada sedimen berkisar 34667 ? 45067 partikel/kg. Kelimpahan mikroplastik tertinggi berada di Pelabuhan Sunda Kelapa, dan terendah berada di Pantai Ancol. Terdapat empat jenis mikroplastik yang ditemukan berupa fiber, fragment, film dan pellet. Jenis mikroplastik yang paling mendominasi pada air dan sedimen yaitu jenis fiber (35%) dan fragement (38%). Sementara jenis mikroplastik pellet sangat sedikit ditemukan baik pada air (5%) maupun pada sedimen (10%). Hasil uji FT-IR menunjukkan jenis polimer yang ditemukan yaitu jenis Polypropylene (PP), Polyethylene (PE), Polistyrene (PS) dan Poliamida diduga berasal dari limbah padat berupa kantong plastik, alat makan dari styrofoam, botol plastik, limbah pencucian pakaian dan aktivitas nelayan. Analisis statistik menghasilkan nilai sig. < 0.05 yang menandakan bahwa adanya perbedaan kelimpahan mikroplastik pada tiap lokasi penelitian.