Abstract :
Pembentukan persepsi tidak hanya digunakan saat seseorang berkomunikasi dengan orang lain, melainkan untuk urusan bisnis pun pemilik merek dapat mengonstruksikan persepsi konsumen terhadap merek maupun produk/jasa yang ditawarkan. Salah satu ukuran keberhasilan suatu usaha adalah bagaimana persepsi konsumen dapat meningkatkan kepercayaan terhadap suatu produk sehingga mereka mempunyai keinginan membeli yang sangat besar terhadap produk tersebut. Lalu, ambience dari suatu restoran cukup mempengaruhi persepsi mereka dan membuat suatu restoran memiliki kesan baik di mata konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang didapatkan melalui studi pustaka dan wawancara mendalam dengan enam orang informan yang merupakan pelanggan Lawless Burgerbar. Hasil penelitian ini menjawab dimensi apa yang diteliti yaitu bagaimana persepsi konsumen millennial terhadap ambience suatu restoran Lawless Burgerbar. Penelitian ini menggunakan teori persepsi konsumen yang dikemukakan oleh Garvin dan teori ambience yang dikemukakan oleh Simpeh. Dari hasil penelitian ini persepsi konsumen akan ambience dari Lawless Burgerbar merupakan persepsi yang dapat dikatakan sebagai persepsi positif karena sebagian konsumen merasakan keunikan yang diberikan oleh pihak Lawless Burgerbar tanpa kehilangan kenyamanan saat berkunjung ke restoran tersebut. Dan terdapat beberapa konsumen yang memiliki anggapan lain dalam hal ambience seperti musik yang dianggap terlalu keras sehingga mengganggu perbincangan dan juga jarak antar meja yang dianggap terlalu berdekatan.