Abstract :
Penelitian ini dilakukan karena melihat dari maraknya fenomena konsumsi pakaian bekas. Pakaian bekas sendiri biasanya terdiri dari pakaian impor, pakaian yang sudah lama berada di gudang yang tidak berhasil melewati proses quality control atau bahkan pakaian yang memang sudah sangat lama. Peneliti menemukan bahwa fenomena ini sangat unik, dimana seperti yang kita ketahui pakaian bekas sangat lekat dengan budaya kelas bawah karena melihat dari harganya yang murah. Tetapi hal ini dipatahkan dengan munculnya konsumsi pakaian bekas pada kelas menengah-atas. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami budaya konsumen pakaian bekas di kalangan menengah-atas, untuk memahami pembentukan budaya, makna serta identitas yang dilakukan olek konsumen pakaian bekas kelas menengah-atas.