Abstract :
Perkembangan dan padatnya penduduk serta perubahan pola konsumsi masyarakat khususnya di kota besar menimbulkan jenis, dan karakteristik sampah yang semakin beragam. Data memunjukan bahwa plastik merupakan komposisi sampah anorganik terbanyak yang dibuang ke tempat pembuangan sampah terakhir (TPST) Bantargebang setiap harinya dengan 14,02% merupakan sampah plastik. menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut industri daur ulang plastik dapat menghasilkan berbagai produk bernilai tambah dengan potensi ekonomi mencapai lebih dari Rp10 triliun per tahun dan potensi ekspor produk turunan daur ulang plastik US$141,9 juta. Dari potensi tersebut hasil penelitian memperlihatkan dengan 2 scenario berbeda yaitu base case dengan target penjualan dan pengolahan limbah plastik 1.000 kg per hari dan worst case dimana asumsi diturunkan 50% daru base case. Dari hasil Analisa menunjukan bahwa rencana bisnis pengolahan limbah plastik base case mempunyai NPV positif dengan payback period masing-masing selama 2,14 tahun, hasil tersebut menandakan kelayakan bisnis daur ulang plastik dapat dijalankan sedangkan worst case memiliki nilai NPV bernilai negatif sehingga untuk scenario worst case dinyatakan tidak layak.