DETAIL DOCUMENT
Strategi Pemerekan Literasi Karya Sastra Klasik Balai Pustaka Dalam Menumbuhkan Minat Baca Milenial
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bakrie
Author
Sutianingsih, Sutianingsih
Subject
Communication Science 
Datestamp
2021-09-01 02:55:04 
Abstract :
Strategi pemerekan literasi bertujuan untuk menumbuhkan minat baca milenial Indonesia terhadap karya sastra klasik lama, dengan melakukan berbagai macam strategi mulai dari strategi brand awareness, strategi brand knowledge, strategi brand image, strategi brand experience, strategi brand loyalty dan strategi brand spirituality. Berbagai macam strategi pemerekan literasi terhadap karya sastra klasik dilakukan oleh Balai Pustaka seperti dengan adanya program REPUBLISH, saduran, TBM (Taman Baca masyarakat) sampai dengan adanya alihmedia yaitu pembuatan film. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan minat baca milenial terhadap sastra klasik Balai Pustaka. Balai Pustaka adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada bidang penerbitan, percetakan dan multimedia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemerekan literasi karya sastra klasik Balai Pustaka dalam menumbuhkan minat baca milenial serta mengetahui perilaku konsumen milenial terkait program literasi karya sastra klasik Balai Pustaka. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang menggunakan teori hierarchy of branding dari Bambang Sukma Wijaya pada tahun 2013. Sumber data pada penelitian ini adalah sumber data primer yang dilakukan dengan wawancara secara mendalam dengan lima informan yang terbagi kedalam dua informan utama dari pihak Balai Pustaka, satu informan pendukung dari pihak Balai Pustaka, satu informan triangulator dari pihak pegawai milenial Balai Pustaka dan satu informan triangulator dari pihak milenial umum. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa Balai Pustaka sudah mengoptimalkan strategi pemerekan literasi sastra klasik hanya saja masih memiliki kekurangan karena pada strategi brand loyalty dan spirituality belum menyentuh milenial baru sampai tahap brand experience. 
Institution Info

Universitas Bakrie