Abstract :
Peran media massa sebagai media edukasi turut dimanfaatkan dalam mempengaruhi khalayak melalui film ?Dua Garis Biru?. Penelitian ini akan membahas ?Analisis Resepsi Generasi Z Mengenai Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Dalam Film ?Dua Garis Biru?. Penelitian ini diteliti melalui metode kualitatif dengan menggunakan kajian budaya Macionis pada unsur bahasa, nilai dan kepercayaan, serta norma yang kemudian dianalisis menggunakan encoding-decoding Stuart Hall, yang mana hasil penelitian akan ditempatkan pada tiga posisi dominant hegemonic position, negotiated position, dan oppositional position. Untuk mendapatkan hasil penelitian ini dilakukan melalui wawancara mendalam kepada narasumber, yaitu seorang sutradara dan empat orang generasi z. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa film ?Dua Garis Biru? sangat memerhatikan unsur bahasa, nilai dan kepercayaan serta norma pada setiap adegannya dalam menyampaikan pesan edukasi kesehatan reproduksi. Pemaknaan yang terbentuk pada generasi z setelah menonton film ini bahwa, mengenai unsur kepercayaan dan nilai, serta norma khalayak berada di posisi dominant hegemonic, sepakat jika film ?Dua Garis Biru? sesuai dengan kepercayaan dan norma yang ada di Indonesia, dan juga sering dijumpai di kehidupan sehari-hari, ditemukan juga unsur patriarki yang ada dalam adegan film dalam menyampaikan kesehatan reproduksi. Terkait penggunaan bahasa asing, hal tersebut juga dinilai sesuai dengan karakter generasi z, yang terdapat dalam film dan mempermudah generasi z dalam memahami pesan. Namun, pada unsur bahasa terkait cakupan bahasa ilmiah dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi remaja, menunjukan bahwa informan berada pada oppositional positon, di mana penonton masih ingin mengetahui lebih dalam lagi terkait risiko-risiko lainnya, salah satunya seperti risiko penyakit menular.