Abstract :
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit purba yang telah memengaruhi umat manusia selama lebih dari 4.000 tahun. Ini adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh bacillus Mycobacterium tuberculosis dan menyebar dari orang ke orang melalui udara. Secara statistik, Indonesia memiliki prestasi dalam menurunkan angka kematian TB. Pada tahun 2007, Indonesia menempati urutan ketiga negara dengan kasus TB terbanyak. Tahun 2015 menduduki peringkat ke-5 di bawah India, China, Kenya dan Afrika Selatan dengan penurunan angka kematian dari 168.000/tahun pada tahun 2010 menjadi 64.000/tahun pada tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah dalam menangani tuberkulosis di Indonesia. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi pustaka. Penelitian ini menggunakan metode analisa data deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa: (1) Program-program kebijakan Pemerintah dalam menangani TB di Indonesia meliputi: DOTS (Directed Obeseved Treatment Short-Course), Pelatihan Eliminasi TB, TOSS TB (Temukan TBC Obati Sampai Sembuh), dan Kemitraan, (2) Dari 5 indikator evaluasi yang digunakan dalam penelitian ini, hanya indikator efektivitas yang belum mencapai target yang ditentukan, dan (3) Implementasi program kebijakan pemerintah dalam menangani tuberkulosis di Indonesia menghadapi sejumlah tantangan, diantaranya adalah komitmen pemerintah daerah dalam pengendalian program TB, beberapa fasilitas pelayanan kesehatan agak sulit dijangkau masyarakat, stigma masyarakat terhadap pasien TB, dan dukungan lintas sector dan lintas program yang masih kurang.