Abstract :
Tingginya pertumbuhan penduduk di Ibukota Jakarta, disusul dengan minimnya
kualitas air yang ada, menimbulkan permasalahan seperti menurunnya kualitas air
bersih, menurunnya muka air tanah dan lain-lain. Berdasarkan permasalahan
tersebut, diperlukan analisis kepuasan dan kebutuhan masyarakat terkait kualitas,
kuantitas dan kontinuitas air bersih, serta dapat memberikan solusi alternatif yang
dapat ditawarkan. Lokasi penelitian dilakukan di Kelurahan Galur dan Kampung
Rawa. Penelitian dilakukan dengan metodologi kualitatif dan kuantitatif, yakni
melakukan wawancara langsung dan kuesioner ke 103 kepala rumah tangga.
Kemudian data diolah menggunakan statistik deskriptif dan inferensi. Adapun Jenis
sumber air yang digunakan warga ialah air tanah, air PAM dan kombinasi
keduanya. Berdasarkan hasil uji deskriptif diperoleh persentase warga pengguna air
PAM di kedua kelurahan sebanyak 60%, 31% warga pengguna air tanah dan 9%
warga pengguna sumber air kombinasi. Adapun data tingkat kepuasan warga terkait
kualitas air secara fisik, sebanyak 67% warga di Kelurahan Galur dan 83% warga
di Kelurahan Kampung Rawa merasa kualitas sumber air yang digunakan
berkualitas baik. Selain itu 98% warga di dua kelurahan menyatakan air yang
digunakan tersedia selama 24 jam. Serta rata-rata konsumsi air warga di dua
kelurahan berdasarkan aktivitas harian mencapai 249 lt/orang/hari. Berdasarkan
hasil statistik inferensi Rank Spearman dan Man Whitney maupun Kruskal Wallis
diperoleh tinggi rendahnya konsumsi air warga di dua kelurahan tidak dipengaruhi
variabel demografi, namun dipengaruhi jenis sumber air serta kebiasaan warga
dalam menggunakan air saat beraktivitas. Penelitian ini diharapkan dapat berguna
untuk meningkatkan pelayanan air PAM warga dan kesadaran warga untuk lebih
efisien dalam penggunaan air tanah.