Abstract :
Perbandingan performa antar perusahaan umumnya dilakukan tanpa adanya ukuran baku dalam menilai kedekatan atau kemiripan performa dan seorang analis yang memiliki kompetensi bidang finansial cenderung menghasilkan penilaian yang bias dan memiliki kecenderungan untuk berpegang pada hipotesis yang lebih disukai. Dalam menjawab permasalahan tersebut, metode K-Means Cluster Analysis dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi pola antar titik data. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh clustering terhadap performa emiten saham industri perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia berdasarkan laporan keuangan tahun 2020. K-means clustering pada penelitian ini menggunakan rasio keuangan Debt to Equity Ratio, Return on Asset, dan Net Profit Margin. Berdasarkan 44 emiten perbankan yang diikutsertakan dalam penelitian, dapat terlihat sejumlah 5 bank masuk dalam cluster dengan performa tertinggi, 31 bank masuk dalam cluster performa tinggi, 3 bank masuk dalam cluster dengan performa rendah, dan 5 bank masuk dalam cluster dengan performa terendah.