DETAIL DOCUMENT
ANALISIS KOMPARASI ABNORMAL RETURN DAN TRADING VOLUME ACTIVITY SAHAM SUBSEKTOR FARMASI SEBAGAI DAMPAK DARI PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bakrie
Author
Badzlina, Bunga
Subject
Investment 
Datestamp
2022-02-07 14:12:44 
Abstract :
Investasi dalam bidang saham mulai digemari oleh kaum milenial. Menurut data KSEI, komposisi investor dalam instrumen saham hampir 50% berusia <30 tahun. Data tersebut menunjukan tingginya antusiasme milenial dalam melakukan investasi. Namun, ditengah peningkatan jumlah investor milenial ini, terjadi sebuah peristiwa yang mempengaruhi kondisi ekonomi Indonesia, yaitu terdeteksinya penularan varian virus SARS baru pertama kali pada 2 Maret 2020. Meskipun mempengaruhi perekonomian hampir di segala sektor, ternyata pandemi juga membawa potensi peningkatan bagi beberapa bidang usaha, salah satunya subsektor farmasi. Penelitian ini kemudian dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji pengaruh dari terkonfirmasinya kasus pertama virus SARS-Cov-2, yang lebih familiar disebut dengan Covid-19, terhadap saham perusahaan yang bergerak di bidang farmasi. Beberapa indikator terpengaruhnya saham tertentu akibat dari suatu peristiwa, dapat dilakukan dengan melakukan uji terhadap abnormal return dan trading volume activity. Abnormal return merupakan nilai tidak normal yang terjadi pada tingkat pengembalian saham. Sedangkan trading volume activity merupakan frekuensi transaksi jual beli saham tertentu yang diperjualbelikan di bursa efek. Dengan menguji signifikansi perbedaan abnormal return dan trading volume activity saham farmasi, maka dapat dilakukan analisis lebih lanjut mengenai pengaruh kasus covid-19 pertama di Indonesia terhadap saham farmasi. Uji pebandingan terhadap abnormal return dan trading volume activity dilakukan menggunakan Uji Nonparametik Wilcoxon Signed Ranks Test. Uji Nonparametik Wilcoxon Signed Ranks Test digunakan atas dasar sebaran data tidak berdistribusi normal. Hasil dari pengujian kemudian memperlihatkan signifikansi <0,05, dimana pada abnormal return memiliki signifikansi 0,008 dan trading volume activity sebesar 0,015. Hasil signifikansi <0,05 menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan, baik pada abnormal return maupun trading volume activity saham farmasi dalam rentang periode 30 hari sebelum dan 30 hari sesudah diumumkannya kasus positif covid-19 pertama kali di Indonesia. 
Institution Info

Universitas Bakrie