Abstract :
Kondisi ideal pada air bersih yang digunakan manusia sebaiknya diolah terlebih dahulu, dalam proses pengolahan tersebut, sebelum didistribusikan akan dilakukan desinfeksi yang diharapkan air akan terjaga kualitasnya saat menuju rumah pelanggan. Kepuasan pelanggan adalah hal yang harus dijaga agar pelanggan tidak kecewa dan tetap berlangganan. Tujuan penelitian ini adalah mendeteksi dan mengetahui sisa klor pada beberapa titik sampai ke titik terjauh pendistribusian di sambungan rumah pelanggan (SR) IPA Baamang PDAM Tirta Mentaya Sampit apakah sudah sesuai dengan aturan Permenkes Nomor 736/Menkes/Per/VI/2010 tentang Tata Laksana Pengawasan Kualitas Air Minum dan juga mengetahui kepuasan pelanggan atas kualitas air produksi PDAM Tirta Mentaya Sampit. Lokasi sampling parameter fisika dan kimia yaitu membagi wilayah dengan metode kluster sehingga didapatkan 31 titik sampling dan untuk kuesioner dengan perhitungan rumus Lemeshow dikarenakan populasi infinit yaitu 100 sampel. Data sisa klor disajikan dengan peta isokonsentrasi dengan teknik interpolasi, metode Inverse Distancing Weighting (IDW) menggunakan program Quantum Geographic Information System 2.14 (QGIS), sedangkan data lainnya akan disajikan dengan statistik deskriptif persentase. Tujuh belas dari tiga puluh satu titik sampling belum memenuhi baku mutu (<0,2 mg/l) yang berkisar antara 0,02-0,18 mg/l. Faktor yang mempengaruhinya antara lain pH, suhu, kondisi pipa yang bocor yang dapat terjadi pada sambungan atau persimpangan pipa (aksesoris) dan kondisi lingkungan disekitar pipa. Sedangkan untuk hasil kuesioner responden ?Cukup Puas? dengan kualitas air produksi PDAM Tirta Mentaya Sampit.