Abstract :
Selama masa pandemi Covid-19 dari tahun 2020 sampai 2021 di Kota Bogor, diketahui terdapat 20.196 kasus masyarakat Kota Bogor yang terkonfirmasi positif virus Covid-19. Maka dilakukan penelitian Pengelolaan Limbah B3 Infeksius Penanganan Covid-19 dari Masyarakat Kota Bogor yang Melakukan Isolasi Mandiri dengan tujuan untuk mengetahui timbulan dan komposisi limbah B3 infeksius, ketaatan masyarakat dalam melakukan pengelolaan limbah B3 infeksius, dan menyusun strategi pengelolaan limbah B3 infeksius yang dihasilkan oleh masyarakat Kota Bogor saat melakukan isolasi mandiri. Penelitian ini dilakukan di enam kecamatan di Kota Bogor yaitu, Bogor Barat, Bogor Selatan, Bogor Timur, Bogor Utara, Bogor Tengah, dan Tanah Sareal. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis data kualitatif dengan teknik Total Capaian Responden (TCR) berdasarkan hasil observasi dan wawancara kepada 120 responden. Didapatkan hasil timbulan limbah B3 infeksius sebanyak 0.20 kg/orang/hari. Komposisi limbah B3 infeksius yang dihasilkan terdiri dari 5 komposisi yaitu 63,82% limbah makanan, 19,58% limbah kemasan makanan, 9,75% limbah tissue, dan 6,85% limbah masker. Penilaian terhadap pengelolaan limbah B3 infeksius penanganan Covid-19 dari masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di Kota Bogor sebesar 61,7%, dan penyimpanan limbah B3 infeksius sebesar 56,5%, data tersebut menunjukkan bahwa ketaatan masyarakat Kota Bogor dalam melakukan pengelolaan limbah B3 infeksius saat melakukan isolasi mandiri masih kurang. Hasil analisis SWOT ada pada kuadran 4, dan disusun strategi defensif untuk bertahan. Strategi-strategi tersebut diantaranya meningkatkan kesadaran masyarakat, memperbaiki sistem pengangkutan limbah B3 infeksius Covid-19, dan membangun TPS Limbah B3 khusus untuk masyarakat Kota Bogor.