DETAIL DOCUMENT
MAKNA KETIDAKADILAN HUKUM DALAM FILM DOKUMENTER (Analisis Semiotika Roland Barthes Terhadap Karya Watchdoc Mengenai Pengamen Salah Tangkap)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bakrie
Author
Febriane, Anastasia
Subject
Communication Science 
Datestamp
2022-03-01 07:38:02 
Abstract :
Terdapat 7.424 aduan atas kasus ketidakadilan di Indonesia pada tahun 2020 yang menarik perhatian LBH Jakarta dan WatchDoc Documentary untuk memproduksi film dokumenter terkait kasus salah tangkap pengamen Cipulir pada 2013 silam. Dalam film dokumenter Pengamen, Polisi, Pengacara dan Bintang Talkshow: Kisah Korban Salah Tangkap Mencari Keadilan memberikan gambaran terkait kasus salah tangkap yang dialami oleh enam pengamen Cipulir, Jakarta Selatan. Dalam film dokumenter tersebut Fatahilah dan Arga menjelaskan kronologi ketika mereka dan keempat pengamen lainnya mendapatkan siksaan dari pihak kepolisian agar mengakui telah melakukan pembunuhan berencana kepada pengamen lainnya-Dicky. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanda-tanda yang menggambarkan makna ketidakadilan hukum dalam film dokumenter tersebut. Adapun dalam penelitian kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes ini untuk melihat tanda dari potongan-potongan adegan yang akan dijelaskan melalui visual dan audio. Dalam penelitian ini analisis dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu, sequence pengamen dan juga sequence pengacara publik LBH Jakarta untuk menemukan makna ketidakadilan hukum berdasarkan analisis semiotika Roland Barthes. Adapun hasil dari penelitian ini berdasarkan tanda-tanda yang ada adalah adanya kebudayaan yang menganggap bahwa pengamen sebagai kaum marjinal harus dipinggirkan karena dapat mengganggu perekonomian serta sistem sosial dalam suatu wilayah. Dalam hal ini para pengamen tidak mendapatkan Hak Asasi Manusia dan tidak mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan kejadian sebenarnya. Selain itu ketidakadilan hukum terjadi atau terbentuk karena adanya struktur sistem sosial yang tidak menghargai HAM bagi setiap warganya. 
Institution Info

Universitas Bakrie