Abstract :
Pandemi karena virus COVID-19 yang telah melanda sejak awal tahun 2020 menyebabkan terjadinya gangguan pada hampir semua aspek kehidupan manusia termasuk pada aspek pendidikan. Proses pembelajaran secara virtual yang digalakkan yang dicanangkan sebagai salah satu langkah pencegahan penularan virus tersebut selain memberi kemudahan bagi peserta namun juga mempunyai keterbatasan khususnya pada proses pembelajaran yang melibatkan sisi praktik seperti penggunaan alat-alat laboratorium. Universitas Bakrie berupaya mengembalikan sistem pembelajaran tatap muka untuk mengatasinya dengan tetap memprioritaskan aspek keselamatan. Penelitian ini berkontribusi memberikan kajian risiko secara kuantitatif untuk aspek probabilistik untuk sistem pembelajaran tatap muka tersebut melalui metode simulasi pemodelan penyebaran COVID-19 yang dikembangkan oleh Laboratory of Fluid Physics, Pattern Formation, and Biocomplexity dari the Max Planck Institute for Dynamics and Self-Organization di Göttingen, Jerman. Hasil penelitian menunjukkan batasan-batasan dalam parameter yang dapat diterapkan oleh manajemen Universitas Bakrie agar probabilitas penyebaran Covid-19 dalam proses tatap muka di salah satu lab dapat ditekan di bawah 50 persen.