Abstract :
Hadirnya Media Sosial TikTok pada saat ini memberikan dampak yang cukup baik
untuk pelaku bisnis maupun brand, salah satunya adalah sebuah brand dari Coffe
Shop yaitu 22/7 yang pada saat ini sudah memanfaatkan media sosial TikTok untuk
menyampaikan pesan-pesan melalui Content Marketing yang didistribusikan di media
sosial TikTok yang bertujuan untuk membentuk Customer Engagement di dalam
mengembangkan bisnisnya. Media Sosial TikTok merupakan media sosial yang
memiliki format video, yang dimana pengguna TikTok dapat mendistribusikan videovideo dengan diiringi musik-musik yang menjadi soundtrack di dalam video tersebut.
Hal ini merupakan sebuah keuntungan bagi pelaku bisnis dan pengelola brand di
dalam memproduksi content-content marketing creative. Selain memiliki format
video, TikTok pada saat ini merupakan media sosial yang memiliki pengguna
terbanyak setelah Instagram dan Twitter. Penelitian ini dikaji menggunakan teori
content marketing yang dicetuskan oleh McPheat (2011:8) dan teori customer
engagement yang dicetuskan oleh Evans (2010). Metode penelitian yang digunakan
pada penelitian ini adalah studi kasus intrinsik dengan pendekatan kualitatif. Hasil
dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari keempat dimensi content marketing
sudah dilakukan dengan cukup baik, namun dengan adanya keterbatasan interaksi
membuat dua dimensi di dalam customer engagement yaitu curation dan
collaboration tidak berjalan dengan baik. Sehingga di dalam membentuk customer
engagement masih terhambat.