Abstract :
Bencana banjir adalah salah satu bencana yang rawan di setiap provinsi termasuk
di Jakarta. Setiap tahun terjadi bencana banjir akibat naiknya permukaan air yang
disebabkan curah hujan yang diatas normal. Pada tanggal 1 Januari 2020 terjadi
bencana banjir di Jakarta memiliki dengan curah hujan tertinggi sepanjang
pencatatan hujan di Jakarta dan banyak memakan korban jiwa. Curah hujan yang
diatas normal ini juga menyebabkan kapasitas daya tampung drainase di suatu
daerah tidak bisa menampung air seperti di kawasan Epicentrum. Mengetahui
permasalahan ini maka harus di evaluasi data curah hujan harian stasiun BMKG
dan data curah hujan radar BMKG. Dari data curah hujan harian di kawasan
Epicentrum maka dapat dianalisis intensitas hujan kala ulang 100 tahun dan
perhitungan debit dengan metode rasional. Untuk mengetahui kedalaman area
genangan di kawasan Epicentrum maka menggunakan model percipitasi HECRAS.
Dari hasil data curah hujan harian BMKG dan data radar BMKG menghasilkan
hujan sebesar 147,5 mm dan 150 mm dan penelitian ini menunjukkan akurasi data
radar cukup baik dan bisa mewakili data jam-jaman dari data BMKG. Untuk
Intensitas curah hujan kala ulang 100 didapatkan besar curah hujan harian BMKG
yaitu 38 mm/jam dengan besar debit rencana menggunakan metode rasional sebesar
1.312 m3/detik. Dari hasil simulasi pemodelan HECRAS di kawasan Epicentrum,
maka dapat disimpulkan bahwa di area lapangan sepak bola terdapat genangan air
kedalaman kurang lebih 15 cm dan di lapangan tenis dengan kedalaman kurang
lebih 26 cm. Dari hasil penelitian ini, eksisting kondisi drainase di Epicentrum
sudah cukup baik untuk bisa mengalirkan air dari stadion, lapangan tenis, dan
kolam renang ke kali Epicentrum dan perkiraan genangan ini akan surut dalam
waktu 5-10 jam.