Abstract :
Persaingan yang tinggi didunia bisnis mebuat para perusahaan harus memutar otak untuk tetap bisa mempertahankan perusahaan mereka menjadi pilihin masyarakat. Persaingan bisnis ini memunculkan beberapa fenomena perusahaan yang meluaskan pasarnya dari pasar B2B ke pasar B2C. Menurut data persentase dari Content Marketing Institute dari Amerika Utara tahun 2020, sebesar 95% pemasar B2B dan sebesar 84% pemasar B2C menggunakan media sosial sebagai strategi mereka untuk memasarkan produk yang dijual (Stahl, 2019). PT. Indolok Bakti Utama sebagai salah satu perusahaan di bidang safety industry yang memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan brand awareness saat memperluas pasar dari pasar B2B ke pasar B2C. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi social media marketing @indolok.id dalam meningkatkan brand awareness. Analisis penelitian ini menggunakan elemen social media marketing dari Gunelius dan brand awareness dari Aaker. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi social media marketing yang dilakukan Indolok dominan pada elemen content creation dan belum maksimal pada content sharing, connecting dan community building karena Indolok memang baru terjun ke pasar B2B, sehingga tahapan brand awareness yang tercapai belum maksimal.