DETAIL DOCUMENT
Studi Komparasi Prosedur Analisis Gaya Gempa dengan Metode Linier Pada Bangunan Tingkat Menengah Berdasarkan SNI 1726-2012 dengan SNI 1726-2019
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bakrie
Author
Syahab, Ali
Subject
Earthquake Engineering 
Datestamp
2022-08-03 09:13:07 
Abstract :
Indonesia merupakan negara dengan risiko bencana yang tinggi. Hal ini dikarenakan lokasi geografis Indonesia yang cukup mengkhawatirkan. Dicatat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahwa Indonesia memiliki lebih dari 60% wilayah dengan kelas risiko gempa tinggi setiap tahunnya. Maka dari itu, Badan Standardisasi Nasional mengeluarkan standar perencanaan struktur tahan gempa untuk bangunan gedung dan non gedung, yaitu SNI 1726 yang kemudian akan terus diperbarui, sebelumnya adalah SNI 1726-2012 kemudian yang terbaru SNI 1726-2019. Dengan demikian, tujuan dari tugas akhir ini adalah mengetahui cara memodelkan struktur berdasarkan kedua standar tersebut dan pengaruhnya terhadap struktur akibat standar terbaru. Analisis akan dilakukan pada bangunan yang telah didesain menggunakan SNI 1726-2012 dengan bentuk yang simetris dan tinggi kurang dari 20 meter (gedung kelas rendah-menengah). Dengan bertambahnya nilai SDS dan SD1 sebesar 20,06% dan 40,61%, Gaya geser dasar yang dihasilkan pada prosedur gaya statik lateral ekuivalen mengalami peningkatan 20,06%, nilai spektrum percepatan yang dihasilkan pada prosedur respons spektra meningkat mulai dari 20,07% hingga 40,61%. Namun pada prosedur statik beban dorong tidak ditemukan perubahan yang signifikan. Dengan berubahnya standar tersebut, struktur masih tetap dapat bekerja pada level kinerja Damage Control. 
Institution Info

Universitas Bakrie