DETAIL DOCUMENT
Representasi Waria Sebagai Identitas Kaum LGBT Yang Terdiskriminasi Pada Film Bulu Mata
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bakrie
Author
Wayrooy, Nanda Dwi Puspita
Subject
Semiotics and Consumer Culture 
Datestamp
2022-08-08 09:12:18 
Abstract :
Film merupakan salah satu media massa. Seiring berjalannya waktu, genre perfilman di Indonesia sendiri mulai beragam. Keresahan-keresahan ini dihadirkan dalam bentuk film, namun sayangnya banyaknya film yang mengandung tema tentang LGBT mendapatkan konflik yang dinilai tidak menghargai norma-norma Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana diskriminasi yang dialami oleh waria yang direpresentasikan pada film Bulu Mata yang dimunculkan dalam tahapan representamen, objek, dan interpretant. Penelitian ini menggunakan metode semiotika dengan menggunakan konsep film sebagai media massa, konsep kesetaraan gender, teori representasi Stuart Hall, teori semiotika Charles Sanders Peirce, teori diskriminasi, teori transgender dan teori queer. Maka hasil dari penelitian ini yaitu terdapat 27 adegan diskriminasi pada film Bulu Mata dengan terdapat 3 diskriminasi berupa pelecehan verbal, 21 adegan diskriminasi yang menampilkan waria yang dikucilkan, dan 3 adegan kekerasan fisik yang dialami waria. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan diskriminasi yang diterima oleh waria didapatkan dari tiga aspek yaitu keluarga, masyarakat, dan pemerintah. 
Institution Info

Universitas Bakrie