Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh fraud pentagon theory atas kecenderungan kecurangan laporan keuangan. Populasi penelitian ini adalah perusahaan jasa keuangan yang meliputi perantara keuangan (Bank), asuransi, perusahaan efek dan lembaga pembiayaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018 – 2020 yang berjumlah 270. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Berdasarkan metode tersebut diperoleh ukuran sampel sebanyak 195 dan setelah dikeluarkannya outlier diperoleh 170 sampel. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan menggunakan software SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pressure dan opportunity berpengaruh positif terhadap kecenderungan kecurangan laporan keuangan. Sedangkan rationalization, competence dan arrogance tidak berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan laporan keuangan.