Abstract :
Konsep Green Six Sigma DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control dan Sustainable), yaitu suatu metodologi terstruktur dalam pengendalian kualitas memperbaiki proses yang difokuskan pada usaha yang bertujuan mengurangi variasi proses sekaligus mengurangi cacat produk sehingga diharapkan adanya perbaikan secara berkelanjutan pada produk yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Metode Green Six Sigma Terhadap Pengendalian Kualitas Produk pada perusahaan. Subjek penelitian ini adalah studi kasus pada PT. Arteria Daya Mulia. Data yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya adalah data primer dan data sekunder, sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini analisa data yang digunakan adalah metode Green Six Sigma yang meliputi lima tahapan analisis beserta penambahan konsep berkelanjutan yaitu Define, Measure, Analyze, Improve, Control, dan sustainable. Hasil penelitian menunjukan berdasarkan hasil analisis DMAICS, diketahui bahwa terdapat 3 penyebab produk waste tertinggi, yaitu ikatan tidak rata sebesar 49.47%, lerek jaring sebesar 35.41%, dan ukuran tidak sesuai sebesar 12.58%. Selain itu kegiatan produksi jaring memiliki tingkat sigma rata ? rata sebesar 3,76 dengan kemungkinan kerusakan sebasar 12003.619 untuk sejuta produksi. Hal ini tentunya menjadi sebuah kerugian yang sangat besar apabila tidak ditangani sebab semakin banyak produk yang gagal dalam proses produksi tentunya mengakibatkan pembengkakan dalam pengeluaran biaya produksi. Kemudian dari hasil analisis data wawancara penelitian, dapat diketahui bahwa penerapan konsep green six sigma memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kualitas dan produktivitas kegiatan produksi yang dilakukan oleh perusahaan.