Abstract :
Industri perbankan saat ini merupakan salah satu industri dengan persaingan
yang sangat ketat. Dalam rangka menguatkan industri perbankan khususnya bank
syariah, tiga bank syariah yaitu Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah, dan BRI
Syariah melakukan merger membentuk entitas baru bernama Bank Syariah
Indonesia (BSI). Setelah itu rebranding yang dilakukan dengan baik diperlukan
oleh BSI guna memperoleh kesan baik dari pihak eksternal terutama masyarakat
dan nasabah dari kaum milenial sebagai salah satu target utama BSI. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui brand association yang terbentuk pada milenial dari
proses merger dan rebranding Bank Syariah Indonesia (BSI) khususnya pada
dimensi application dan lifestyle personality. Digunakan teori dan konsep merger
dan rebranding oleh Muzellec (2003) serta brand sssociation oleh Aaker (2015).
Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif melalui
wawancara mendalam kepada dua informan pihak BSI, enam nasabah BSI dari
kaum milenial, dan seorang informan ahli. Data wawancara dianalisis dengan
menilai pernyataan informan BSI dan para nasabah kepada informan ahli serta
melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand association
dari dimensi application yang terbentuk adalah produk yang diasosiasikan
semakin dekat dengan kaum milenial, friendly dan semakin mudah aplikasi dan
penggunaannya berkat teknoogi yang digunakan BSI. Dalam lifestyle personality,
penggunaan BSI dengan prinsip syariat islam dan penampilan desain visual
modern pada setiap elemen milik BSI menjadi faktor yang membuat BSI sudah
sangat dekat dengan para konsumen milenialnya.