Abstract :
Keberagaman budaya serta perbedaan persepsi dapat menyebabkan timbulnya suatu konflik saat berorganisasi. Apabila konflik tidak terselesaikan, maka akan dapat menimbulkan suatu crisis pada stakeholder internal. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu strategi manajemen konflik dengan tujuan untuk mengetahui penyebab serta penyelesaian konflik pada organisasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan ditinjau melalui teori manajemen konflik oleh Thomas dan Killman. Informan dalam penelitian ini berjumlah 3 orang dengan karateristik merupakan anggota unit administrasi rawat jalan RS X, yang sudah bekerja selama minimal 10 tahun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman proses komunikasi tiap-tiap individu dalam organisasi berbeda dipengaruhi oleh lingkungan kerja serta karakteristik individu, kemudian meski lingkup unit administrasi memberlakukan sistem atau budaya kekeluargaan yang erat, akan tetapi dengan adanya kendala dalam berkomunikasi, konflik tetap dapat terjadi. Konflik yang terjadi pada unit ialah konflik interpersonal yang disebabkan oleh perbedaan persepsi, pola perilaku dan gaya kepemimpinan. Selain itu, dalam proses penyelesaian konflik ditemukan bahwa gaya manajemen konflik yang digunakan dalam unit administrasi rawat jalan ialah gaya manajemen konflik kolaborasi, kompromi, akomodasi dan menghindar. Gaya manajemen konflik yang digunakan tiap individu berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti asumsi pribadi, persepsi terkait konflik, kepribadian individu, kecerdasan emosional serta keterampilan komunikasi.