Abstract :
Jurnalisme sudah lebih berkembang menjadi jurnalisme digital seperti sosial media jurnalisme, tentunya hal ini tidak dapat lepas dari platform digitalnya. Meskipun jurnalisme semakin berkembang, seorang jurnalis tidak dapat menghilangkan aspek penting dari sebuah pemberitaan seperti kualitas berita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pemberitaan kasus Indra Kenz pada platform Tiktok Narasi. Pendekatan penelitian yang digunakan peneliti adalah pendekatan kualitatif, adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah kualitas berita dari akun Tiktok Narasi dalam pemberitaan kasus Indra Kenz tergolong cukup baik. Dibuktikan dengan hasil analisis menggunakan enam dimensi sebagai standar nilai dalam menentukan kualitas berita menurut Urban & Schweiger yakni keberagaman (diversity), relevansi (relevancy), akurasi (accuracy), pemahaman (comprehensibility), ketidakberpihakan (impartiality), serta etika (ethic). Hal tersebut diverifkasi oleh tiga narasumber yang merupakan seorang jurnalis pada posisi produser. Ketiga narasumber menyebutkan bahwa kualitas berita yang disajikan oleh akun Tiktok Narasi dalam memberitakan kasus Indra Kenz cukup baik. Hal ini dibuktikan bahwa video kasus Indra Kenz pada akun Tiktok Narasi memenuhi dimensi keberagaman, relevansi, pemahaman, akurasi, ketidakberpihakan, serta etika. Tetapi masih diragukan mengenai kredibilitas isi berita yang disajikan karena hanya berisi kutipan-kutipan dari berbagai sumber berita.
Kata kunci: Kualitas Berita, Jurnalisme Sosial Media, Tiktok, Narasi.