Abstract :
Pada tahun 2015 Thailand dan China menandatangani perjanjian rencana pembangunan Kanal Krayang telah direncanakan sejak abad ke16. Mega proyek ini nantinya akan ditujukan sebagai jalur pelayaran transportasi laut baru yang membelah laut andaman dan Teluk Thailand. Kanal Kra direncanakan untuk mengurangi kepadatan jalur pelayaran maritim tersibuk kedua didunia yaitu Selat Malaka. Namun karena belum adanya tindakan langsung baik dari pihak Thailand dan juga China sampai pada tahun 2020 Thailand secara sepihak mundur dan menarik diri dari rencana pembangunan Kanal Kra. Alasan politik, ekonomi dan juga keamanan terpampang jelas menghasilkan dilema bagi Thailand terhadap dampak dari pembangunan Kanal Kra. Namun, Thailand juga memiliki rencana alternatif pengganti Kanal Kra dengan rencana pembangunan jembatan darat Chumpon-Ranong.