Abstract :
Eksistensi perusahaan dapat diwujudkan melalui Public Relations yang berperan sebagai mediator dan fungsi manajemen dalam membentuk dan memelihara komunikasi dengan stakeholders
eksternal dan internal, pada pelaksanaannya diperlukan
keseimbangan komunikasi. Komunikasi dibangun dan dirancang
dengan tujuan untuk menciptakan hubungan baik terlebih bagi hubungan komunikasi internal perusahaan, internal merupakan bagian terpenting bagi kehidupan perusahaan dengan adanya komunikasi yang lancar akan tercipta iklim komunikasi organisasi yang baik untuk memotivasi karyawan dalam berkontribusi mewujudkan tujuan perusahaan, sedangkan jika komunikasi tidak tercipta dengan baik akan menghambat proses pencapaian tujuan perusahaan itu sendiri. Analisis penelitian menggunakan konsep PR sebagai fungsi manajemen oleh Rudy Harjanto dalam Syarifuddin dan Suryanto, konsep fungsi komunikasi internal oleh Quible, Zane K, Johnson, Margaret dan Dennis dalam Trihastuti, konsep alur komunikasi oleh R. Wayne Pace dalam Trihastuti, dan konsep enam faktor besar yang mempengaruhi iklim komunikasi organisasi oleh Pace dan Faules dalam Mulyana. Metode penelitian adalah studi kasus, dengan pendekatan kualitatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa divisi Corporate Secretary berperan sebagai fungsi manajemen dalam pelaksanaan kegiatan komunikasi stakeholders eksternal dan internal. Namun terlalu berfokus pada komunikasi eksternal perusahaan, sehingga komunikasi internal perusahaan hanya sebatas kegiatan seremonial dan tidak adanya kegiatan komunikasi yang dilakukan secara rutin untuk bonding bagi internal perusahaan. Komunikasi yang tercipta pada internal dari divisi corporate secretary itu sendiri juga tidak berjalan dan tercipta dengan baik, tidak adanya keharmonisan komunikasi bagi pimpinan divisi corporate secretary dengan beberapa anggotanya sehingga sulit merealisasikan ide, gagasan dan pendapat dalam berkontribusi untuk mewujudkan tujuan bagi perusahaan.