Abstract :
Perempuan dalam masyarakat saat ini memiliki sejumlah kendala. Salah satunya adalah fenomena perbandingan di antara mereka sendiri yang menyebabkan seorang perempuan merasakan perasaan tidak aman yang lebih besar, dan memperlambat proses kehidupan pribadinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemakaian audiens terhadap isi pesan mengenai kesempurnaan perempuan pada video klip Tutur Batin oleh Yura Yunita dan untuk menganalisis posisi penerimaan makna menggunakan teori encoding-decoding oleh Stuart Hall berdasarkan tiga posisi, yaitu Dominan Hegemonic Position, Negotiated Position, dan Oppositional Position. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menerapkan pendekatan analisis deskriptif dan analisis resepsi. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi dan wawancara FGD (Focus Group Discussion), melibatkan karyawati Grup Bakrie yang memenuhi kriteria sebanyak 8 informan bererta seorang triangulator yaitu Dr. Vivid F. Argarini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ke-8 informan memiliki pendapat yang berbeda-beda terhadap video klip ?Tutur Batin?oleh Yura Yunita. Enam informan berada di posisi dominan, dua informan berada di posisi negosiasi, dan tidak ditemukan informan berada di posisi oposisi, yang menunjukkan bahwa pesan mengenai kesempurnaan perempuan dapat diterima dengan berbagai makna pada masing-masing audiens.