Abstract :
Sektor Pertanian merupakan sektor yang penting di Indonesia. Kurang lebih 273 jiwa penduduk Indonesia membutuhkan makanan disetiap harinya. Pesatnya kemajuan teknologi di Era 4.0 dan pandemi covid-19 membuat sektor pertanian harus ikut beradaptasi dengan melakukan penyuluhan yang cocok dijalankan dalam era 4.0 ini untuk lebih menunjang produktifitas pertanian khususnya dalam penyuluhan pertanian. Penyuluh pertanian sebagai pihak yang paling berperan dalam pembangunan pertanian dituntut mampu menggunakan teknologi dan beralih menjadi penyuluh digital untuk menunjang tugas pokok dan fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penerapan adopsi dan difusi inovasi pada transformasi penyuluh pertanian konvensional menjadi penyuluh pertanian digital dan menganalisis hambatan- hambatan yang ada dalam melakukan inovasi penyuluhan digital ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Temuan dari penelitian ini menjabarkan dengan jelas bagaimana inovasi, saluran komunikasi, dimensi waktu dan sistem sosial yang ada dalam transformasi penyuluhan pertanian konvensional menjadi penyuluhan pertanian digital. Faktor yang berhubungan nyata dengan hambatan-hambatan inovasi penyuluhan digital ini berhubungan dengan karakteristik penerima inovasi ( umur dan pendidikan) dan kurangnya sarana & prasarana penyuluh ( Internet ).