Abstract :
Konflik antara Rusia dengan Ukraina mendorong harga gandum dunia ke puncak tertinggi dibandingkan pada saat krisis pangan tahun 2008. Selain itu, konflik tersebut menyebabkan peningkatan harga di berbagai komoditas lain yang tentunya mengancam keberlangsungan berbagai negara yang masih mengandalkan komoditas impor dari kedua negara tersebut termasuk perusahaan pangan seperti PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, sebagai produsen produk mi instan. Metodologi penelitian yang digunakan ialah metodologi kualitatif (wawancara, studi kepustakaan, metode berbasis internet), dengan adopsi pengolahan data berupa analisis data sekunder. Dalam rangka meninjau seberapa pengaruhnya permasalahan geopolitik diiringi perubahan regulasi domestik terhadap perusahaan, penulis mengadopsi kajian Asesmen Risiko Politik dan Keamanan sebagai kerangka penelitian utama, diikuti pengaitan teori Neo-Liberalisme serta turunannya yakni Neo klasik ekonomi, juga sejumlah konsep seperti Bisnis Internasional serta Rantai Pasokan Global. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana para aktor pemerintah terutama perusahaan menanggapi risiko politik tersebut termasuk strategi yang dilakukan dalam menghadapi permasalahan terkait. Hasil asesmen risiko politik pada penelitian ini ialah terganggunya sektor vital PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yakni performance khususnya, seperti persediaan pasokan (supply risk) dan kegiatan operasional (operational risk) cukup terpengaruh (medium) atas gangguan di pasar dunia selama konflik geopolitik serta pemberlakuan kebijakan domestik untuk mengurangi dampak dari peristiwa tersebut. Terdapat pula sejumlah strategi yang dilakukan perusahaan selain meningkatkan harga jual produk mi instan.