Abstract :
Starbucks yang merupakan sebuah kedai kopi ternama di dunia, mematuhi larangan menerima kunjungan pelanggan untuk dine in pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Starbucks tidak mengizinkan pelanggan untuk makan di tempat. Sehingga, selama masa PSBB Starbucks hanya melayani pemesanan secara online kepada pelanggan yang ingin membeli produknya melalui delivery service yang disediakan. Namun, kebijakan penutupan tempat-tempat umum sangat mengancam keberadaan banyak bidang usaha, termasuk layanan makanan. Urgensi kebutuhan ekonomi tersebut memaksa pemerintah untuk menerapkan new normal pada 15 Juni 2020. Masyarakat dihimbau untuk menerapkan cara hidup baru dan tempat-tempat umum tertentu, termasuk industri jasa restoran, diizinkan untuk dibuka kembali dengan penerapan protokol kesehatan berdasarkan surat edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia no. HK.02.02/MENKES/199/2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor berikut: Kepercayaan sosial, kepercayaan merek, perasaan aman, persepsi risiko Covid-19, interaksi sosial, dan perasaan senang apakah akan mempengaruhi minat konsumen untuk mengunjungi gerai Starbucks di Jakarta selama masa pandemi Covid-19. Analisis data pada penelitian ini menggunakan aplikasi SmartPLS dengan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 4 dari 6 hipotesis penelitian yang diterima yaitu: Perasaan aman yang semakin tinggi menurunkan persepsi risiko pelanggan Starbucks terhadap pandemi Covid-19, Persepsi pelanggan terhadap risiko pandemi Covid-19 berpengaruh pada minat kunjungan mereka ke gerai Starbucks, Kebutuhan akan interaksi sosial berpengaruh positif pada minat pelanggan mengunjungi gerai Starbucks di masa pandemi Covid-19, dan Perasaan senang berpengaruh pada minat pelanggan untuk mengunjungi gerai Starbucks di masa pandemi Covid-19. Sedangkan 2 hipotesis lainnya yaitu: Semakin tinggi kepercayaan sosial menyebabkan persepsi pelanggan Starbucks terhadap risiko pandemi Covid-19 menjadi semakin rendah, Semakin tinggi kepercayaan merk Starbucks dan semakin rendah persepsi risiko yang dirasakan oleh pelanggan Starbucks ditolak.