Abstract :
Salah satu topik yang ramai di perbincangkan pada tahun 2020 adalah pamdemi covid 19 yang melanda hampir di seluruh dunia. Hampir seluruh konten dalam berbagai platform media sosial turut meramaikan pembicaraan mengenai permasalahan ini, terutama pada masa awal masuknya Covid-19 di Indonesia. Salah satu topik yang ramai diperbincangkan oleh masyarakat adalah bagaimana pemerintah dan jajarannya menghadapi permasalahan awal mula masuknya Covid-19 di Jakarta. Penggunaan Youtube sebagai media untuk menyebarkan video dan informasi terkait berbagai hal sangat sering dilakukan oleh banyak orang, apalagi bila terkait permasalahan yang sedang ramai menjadi perbincangan. Isu sensitif atau berita yang sedang ramai diperbincangkan memang sangat sering diangkat dalam pembahasan oleh para pembuat konten Youtube, hal tersebut karena mampu menarik penonton yang lebih banyak.
Dalam penelitian ini bagaimana komunikasi yang disampaikan oleh Anies Baswedan terkait permasalahan-permasalahan Covid-19 yang ada dalam podcast dalam kanal Youtube milik Deddy Corbuzier akan dibahas terkait bagaimana strategi komunikasi yang disampaikan dalam dalam pembicaraan pada podcast tersebut. Dalam penelitian ini penulis akan menganalisis bagaimana pesan-pesan yang disampaikan oleh Anies Baswedan, tujuan yang tersirat, konteks yang terkait, dan kepentingan yang dimuat dalam komunikasi tersebut untuk melihat bagaimana strategi komunikasi Anies Baswedan dalam podcast yang dibuat oleh Deddy Corbuzier. Untuk itu penulis membuat pertanyaan penelitian sebagai berikut:
Bagaimana strategi komunikasi politik Anies Baswedan dalam podcast kanal Youtube milik Deddy Corbuzier, dalam merespon permasalahan terkait Covid-19? Anies Baswedan ingin menunjukkan dominasi dan keunggulannya dibandingkan pemerintah pusat melalui informasi, data, dan sikap yang ia tempuh. Anies Baswedan juga tidak ingin mendapat penilaian bahwa ia lebih baik dari pada pemerintah pusat dengan menjatuhkan pihak pemerintah pusat, namun lebih menunjukkannya melalui kesulitan dan dampak yang ditimbulkan karena pemerintah tidak sigap dalam merespon permasalahan Covid-19.