Abstract :
Permintaan olahan daging saat ini sedang mengalami peningkatan, dalam mengurangi dampak yang terjadi, maka muncul sebuah pola konsumsi baru dengan tujuan untuk mengurangi konsumsi daging dengan produk daging analog yang berbahan dasar nabati. Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi konsumen dengan usia 18-30 tahun mengenai produk daging analog dan mengetahui formulasi yang diminati oleh panelis terhadap produk bakso analog berbasis gluten dengan subtitusi tempe gembus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif dan penelitian deskriptif. Penelitian dibagi menjadi 3 tahap yaitu survei persepsi konsumen mengenai daging analog, uji penerimaan konsumen terhadap bakso analog dan analisis data. Survei persepsi konsumen dilakukan dengan menyebarkan kuisioner berupa google form kepada 50 konsumen dengan rentang usia 18-30 tahun. Hasil analisis yang didapatkan dari analisa ANOVA ialah tidak ada perbedaan yang signifikan antar produk dari seluruh atribut yang diberi penilaian. Hasil analisis PCA, didapatkan bahwa panelis memberikan penilaian yang hampir sama kepada seluruh sampel. Lalu dilanjutkan dengan analisis HCA untuk melihat bagaimana pengelompokan penilaian yang dilakukan oleh panelis. Didapatkan bahwa beberapa panelis memiliki minat untuk mencoba konsumsi produk daging analog, serta variasi komposisi yang diminati konsumen ialah 95%:5%.