Abstract :
Provinsi Lampung merupakan produsen kopi robusta pertama di Indonesia. Proses ekstraksi atau penyeduhan bubuk kopi, menjadi tahapan akhir dari pengolahan kopi sebelum akhirnya kopi dapat disajikan dan dikonsumsi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perubahan sifat fisik dan kandungan senyawa kimia (kafein) dalam kopi robusta lampung, berdasarkan berbagai teknik seduhan dengan suhu panas (tubruk, V60, espresso) dan suhu dingin (cold brew immerse dan cold brew drip). Hasil rata-rata nilai pH 5-6 dari kelima teknik seduhan. Pada nilai viskositas, teknik seduhan tubruk memiliki nilai viskositas tertinggi dengan rata-rata 1,6128 cP dan teknik seduhan V60 terendah dengan nilai rata-rata 1,3687 cP. Berdasarkan analisis warna, teknik seduhan espresso memiliki intensitas warna coklat kehitaman dan teknik seduhan cold brew drip memiliki intensitas warna coklat lebih terang. Nilai TDS ekstrak kopi espresso menghasilkan nilai tertinggi 1,21% dan cold brew drip dengan nilai terendah hanya 0,6%. Terakhir, ekstrak kopi espresso memiliki kadar kafein tertinggi 105,5 mg/100mL sedangkan V60 memiliki kadar terendah 19,6 mg/100mL. Berdasarkan hasil, maka dapat disimpulkan bahwa perbedaan suhu pada kelima teknik penyeduhan, memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap perubahan sifat fisiko-kimiawi kopi robusta lampung