Abstract :
Perkembangan industri yang semakin pesat mendorong para pengusaha mendirikan pabrik untuk menunjang produktivitas usaha. Dalam pelaksanaannya, pabrik harus memenuhi persyaratan teknis berupa proteksi dari potensi kebakaran guna memenuhi penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja. PT XYZ merupakan perusahaan pengelola limbah yang menggunakan mesin dan terdapat limbah yang mudah terbakar sehingga membutuhkan proteksi kebakaran yang sesuai. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penerapan sistem proteksi kebakaran aktif menggunakan metode deskriptif analitik komparatif dengan sistem
pembobotan berdasarkan Pedoman Konstruksi dan Bangunan Pd T-11-2005-C dan merancang layout sistem proteksi kebakaran aktif di gedung head office. Dari hasil penelitian diperoleh nilai 14,17% untuk area pabrik karena ketidaktersediaan
beberapa komponen seperti springkler, pembuangan asap, lift kebakaran, dan listrik darurat, 17,43% untuk gedung office dan laboratorium karena tidak memiliki lift kebakaran dan listrik darurat, serta springkler yang jenisnya tidak sesuai dengan
persyaratan dan 3,22% untuk head office karena hanya memiliki satu komponen yaitu APAR. Nilai tersebut masih berada dibawah nilai yang ditentukan oleh Pedoman Konstruksi dan Bangunan Pd T-11-2005-C yaitu 24%. Head office membutuhkan penambahan komponen lainnya dengan usulan layout yang telah dirancang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penilaian sistem proteksi kebakaran aktif di PT XYZ belum mencapai batas nilai yang ditentukan. Saran yang dapat diberikan berupa penambahan dan pengembangan komponen sistem proteksi kebakaran aktif di area pabrik, office dan laboratorium, serta membuat sistem proteksi kebakaran aktif di head office.