Abstract :
Limbah tailing merupakan bahan beracun dan berbahaya (B3) yang berpotensi mencemari lingkungan. PT XY merupakan perusahaan industri pertambangan emas di Poboya, Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang menghasilkan tailing sebanyak 500
ton/hari. Limbah tailing yang dihasilkan PT XY berbentuk kering dan memiliki karakteristik fisik menyerupai fly ash. Sehingga dapat dimanfaatkan kembali menjadi bahan material konstruksi khususnya sebagai filler pada beton. Pada penelitian ini dilakukan pengujian tingkat konsentrasi zat pencemar limbah B3, analisa kuat tekan dengan penambahan dry tailing sebagai filler pada beton, serta menghitung biaya produksi beton. Dibuat beberapa variasi campuran dry tailing
yaitu 0%, 5%, 10% dan 15%. Dimana material dry tailing digunakan sebagai filler dengan mengurangi persentase penggunaan semen. Metode penelitian yang dilakukan adalah pengujian karakteristik dry tailing dan material beton yang
dilakukan di laboratorium. Hasil pengujian menunjukan bahwa limbah tailing layak digunakan sebagai bahan baku pembuatan beton. Nilai kuat tekan yang memenuhi syarat yaitu pada variasi 0% dan 10%. Dimana kuat tekan optimum diperoleh pada
variasi 10% dry tailing. Sedangkan dari segi biaya semakin banyak dry tailing yang digunakan maka semakin kecil biaya produksi beton.