DETAIL DOCUMENT
Dinamika Gerakan Sosial Women's Liberation Movement Dalam Rangka Mewujudkan Kesetaraan Gender Di Amerika Serikat Tahun 2022
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bakrie
Author
Karepesina, Naufal Tasrif
Subject
Governance Relation 
Datestamp
2023-08-31 04:15:49 
Abstract :
Tujuan Penulisan ini adalah mendiskripsikan model gerakan sosial perempuan yang menempatkan gerakan perempuan (feminisme) sebagai unsur utama dalam perjuangan perempuan mendapatkan kesetaraan haknya. Sedangkan perbedaannya adalah penelitian tersebut menjadikan fokus utama gerakan feminisme terkhusus dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial, serta feminisme dipandang sebagai gerakan sosial yang mampu mempengaruhi perubahan sosial di suatu negara untuk itu tulisan ini lebih condong pada analisis suatu gerakan perempuan yang berpengaruh secara progresif dan regeneratif. Penelitian ini menggunakan Metodologi Kualitatif dapat di artikan sebagai metode penelitian yang di gunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah di tetapkan,Jenis data yang Peneliti pakai adalah data sekunder yang memanfaatkan teori yang ada sebagai alat analisis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen-dokumen resmi, buku-buku yang berhubungan dengan objek penelitian Feminisme menekankan eksklusi perempuan dari proses pengambilan keputusan dan struktur kelembagaan. Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan tampak dikesampingkan, dan kaum tradisionalis lebih memilih untuk mengabaikan kenyataan bahwa laki-laki memiliki otoritas dalam bidang struktur pengambilan keputusan contohnya : Women''s March telah memicu perdebatan tentang hak-hak perempuan dalam politik dan masyarakat. Partisipasi perempuan yang lebih besar dalam politik AS pada pemilu 2018 menunjukkan dampak perempuan dalam politik. Sekitar 116 dari 535 (84%) orang yang terpilih menjadi anggota parlemen bukan berasal dari golongan kulit putih, Kesimpulannya Women?s Liberation Movement ini telah menjadi kekuatan transformasi dalam pembentukan masyarakat yang lebih setara dan adil. kedepannya dapat diamati dalam peningkatan peluang dan hak bagi perempuan, dekonstruksi stereotip gender, dan pemahaman tentang pentingnya interseksionalitas. Saat kita bergerak maju, sangat penting bagi kita untuk terus mengamati hak-hak perempuan, menantang perbedaan yang ada, dan berjuang menuju masa depan di mana semua orang, terlepas dari jenis kelaminnya, dapat Sejahtera 
Institution Info

Universitas Bakrie