Abstract :
Emas merupakan logam mulia yang sering digunakan alat investasi dan memiliki
nilai ekonomis. Kenaikan peminat dan nilai emas pada tahun 2023 naik dari tahun
2019 dikarenakan emas dianggap sebagai investasi yang mudah dilakukan,
memiliki risiko rendah, dan cenderung mengalami kenaikan nilai dalam jangka
waktu tertentu. Namun, emas memiliki sifat fluktuasi di pasar emas sehingga sangat
sulit dan rumit untuk dipelajari. Maka dari itu, solusi dari permasalahan ini adalah
menggunakan neural networks sebagai metode untuk prediksi harga emas yaitu
algoritma Long Short-Term Memory (LSTM) dan Bidirectional Long Short-Term
Memory (Bi-LSTM). Peneliti menggunakan data berisi 1143 baris data dengan
jangka waktu 2 Januari 2019 - 19 Juli 2023 yang akan dievaluasi dengan Mean
Percentage Absolute Error (MAPE), Root-Mean-Square Error (RMSE), dan
Coefficient of determination (R-squared) sebagai output-nya. Hasil model Bi?LSTM lebih baik dibanding LSTM juga pada penelitian sebelumnya dalam aspek
evaluasi performa model MAPE. Tetapi, hasil dalam aspek evaluasi peforma model
RMSE memiliki hasil lebih baik penelitian sebelumnya daripada hasil penelitian
ini