Abstract :
Manajemen persediaan adalah kemampuan suatu perusahaan dalam mengatur dan mengelola setiap kebutuhan barang, baik barang mentah, barang setengah jadi, dan barang jadi agar selalu tersedia baik dalam kondisi pasar yang stabil dan berfluktuasi. Sistem replenishment merupakan sistem pengisian ulang persediaan pada gudang dalam waktu dan jumlah tertentu. PT. XYZ merupakan sebuah perusahaan distribusi obat dan alat kesehatan yang memiliki luas gudang utama sebesar 35 m2 dan gudang display sebesar 77 m2 dengan sistem pergudangan yang masih tergolong tradisional karena belum diterapkannya sistem pergudangan yang pasti, sehingga masih terjadi beberapa masalah seperti admin gudang kesulitan untuk mengambil obat-obatan yang pertama kali disimpan dan menyebabkan obat tersebut mencapai masa kadaluarsanya sebelum dikirim ke pelanggan. Penelitian
ini ditujukan untuk merancang usulan tata letak gudang PT XYZ dengan menggunakan two bin system dan min-max inventory untuk mewujudkan sistem FEFO (first expired first out) guna menyelesaikan permasalahan yang terdapat pada sistem replenishment PT XYZ. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. Data sekunder diperoleh dari jurnal, buku, skripsi, serta dokumen milik perusahaan. Penentuan usulan layout dilakukan dengan membandingkan nilai momen dari 2 usulan layout. Layout yang memililki nilai momen paling kecil akan dipilih karena dinilai lebih efesien. Nilai momen layout 2 sebesar 651.331 dipilih untuk diterapkan pada gudang PT XYZ. Usulan sistem replenishment dan layout gudang ini akan menghasilkan indirect impact atau pengaruh tidak langsung terhadap timbulnya nilai yang harus ditanggung PT XYZ senilai Rp6.036.282.186. Penelitian ini diharapkan dapat diterapkan pada sistem pergudangan obat PT. XYZ, serta sebagai bahan perbandingan penelitian selanjutnya.