Abstract :
Masalah timbulnya berbagai skandal besar yang menimpa perusahaan-perusahaan di Inggris maupun di Amerika pada tahun 1980-an diakibatkan karena budaya serakah dan pengambilalihan perusahaan secara agresif. Hal ini menyadarkan orang akan perlunya sistem tata kelola perusahaan yang baik. Dalam suatu perusahaan sering terjadi pertarungan antara kebebasan pribadi dan tanggung jawab kolektif, inilah pusat dari pengaturan yang menjadi objek perlunya penerapan Tata Kelola Perusahaan. Penelitian ini untuk menguji pengaruh prinsip GCG terhadap nilai perusahaan. Dengan menggunakann indikator kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran dewan komisaris, dewan komisaris independen, dan komite audit. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan sub sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2022. Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Teknik analisis yang digunakan berupa uji statistic F yang menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama ? sama terhadap variabel dependen dan uji statistik t yang menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen dengan tingkat signifikan sebesar 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa indikator kepemilikan manajerial tidak berpegaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Kepemilikan institusional berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Ukuran dewan komisaris berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Dewan komisaris independent berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan dan komite audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.