Abstract :
Dalam pelaksanaan konstruksi, seringkali terjadi keterlambatan kususnya di pekerjaan borepile, banyak permasalahan yang muncul, tetapi hal tersebut dapat diantisipasi dengan cara melakukan penjadwalan dengan metode CPM dan PERT, metode cpm sendiri berguna untuk menentukan jalur kritis suatu item pekerjaan, sehingga kita dapat mengetahui jalur manakah yang bisa dioptimalisasikan waktu nya dan jalur manakah yang tidak bisa mengalami keterlambatan dalam 1 satuan waktu sekalipun, jika dari metode pert sendiri kita dapat mengetahui probabilitas suatu proyek, sehingga kita dapat mengetahui keterlambatan proyek. Lalu melihat jadwal perbandingan, dan mencari faktor dan sebab terjadinya keterlambatan tersebut. Permasalahan permasalahan yang sering terjadi salah satunya yaitu perubahan desain dan berkaitan dengan sumber daya, atau bahkan mengenai Tanah yang tidak sesuai. Dapat kita artikan bahwa perubahan-perubahan tersebut merupakan faktor terbesar dalam adanya keterlambatan sebuah proyek. Jika dalam sebuah proyek terjadi keterlambatan maka proyek tersebut harus mencari cara agar proyek tetap berjalan, salah satunya yaitu dengan cara penambahan alat siap pakai dan sumber daya manusia yang berkualitas, hal ini dapat membantu proyek agar tetap berjalan dengan keyakinan bahwa proyek akan selesai walaupun mempertimbangkan kendala yang mungkin akan terjadi di proyek tersebut.